TOROMPIO

Kamis, Agustus 13th 2015. | Sejarah

Tari Torompio

Seperti halnya fenomena terciptanya tari tarian yang diinspirasi dari penindasan yang dilakukan pemerintahan Kolonial Belanda pada masyarakat Indonesia maka masyarakat Pamona pun tidak kalah kreatifnya. Bedanya masyarakat Pamona mengalaminya pada masa penjajahan Jepang pada saat pembukaan jalan Takolekaju yang banyak memakan korban Jiwa.

Kalau daerah lain di Indonesia menciptakan tarian perang untuk melawan penindasan tersebut seperti Tari Kuda Kepang yang ditujukan untuk latihan baris berbaris dan untuk latihan kekebalan tubuh (kanuragan) maka masyarakat Pamona justru menciptakan/mengembangkan Tari Torompio. Tari Torompio diyakini berasal dari Pamona Timur (Taripa). Yang popularitasnya berkembang mulai tahun 1943 berkat jasa almarhum Bapak T. Lanipa yang pada tahun itu menjabat sebagai seorang guru di Taripa. Ya Mulai dari Taripa inilah tari Torompio menyebar ke kecamatan-kecamatan lainnya bahkan sampai di kota-kota lain di provinsi lain di seluruh Indonesia sehingga Torompio identik dengan tarian dari Poso/Pamona.

Kata Torompio adalah suatu pepatah berasal dari bahasa pamona yang terdiri dua patah kata digabungkan menjadi satu pepatah yaitu “Toro” artinya putar, “Pio” artinya angin. Terbentuk menjadi Torompio yang bila diterjemahkan menjadi “angin berputar” atau angin taufan. Pengertian ini kemudian berkembang sehingga setiap angin yang berputar-putar dinamakan Torompio (Twister atau Tornado)

Pengertian Torompio diatas tidak dapat dimengerti hanya dari pengartian harafiah saja, makna yang terkandung di dalamnnya sangat halus dan berseni yang dapat diartikan seperti bahasa novelnya Motinggo Busye atau Fredy S. “gelora remaja yang sedang membara yang mendambakan cinta dan kasih sayang”.

Jika seperti itu, maka tentu saja Torompio adalah lambing remaja yang sedang menggelora karena dimabuk gelora asmara. Oleh karena itu tidaklah mengherankan jikalau sebagaian orang mendefinisikan Torompio sebagai “TAUFAN ASMARA”.

Karena pemaknaan inilah maka tari ini terlarang bagi anak-anak yang belum masuk usia remaja alias anak smp dilarang keras menarikan tarian ini. Hanya anak sma diatas usia 17 tahun yang boleh belajar tarian ini.

“TAUFAN ASMARA” ini tergambarkan dalam syair lagu indah yang tercipta:
Mosipanca siko a’i
Pampogonggumu Kanagi
Siolo kita mawani
Dantambawe sarai

Yang artinya:
Alangkah cantik/tampan sekali dikau adikku/kakakku
Berhiaskan Kalung (Kanagi)
Berdampingan kita idamkan
Sesaat kita Bersanding

Syair tadi kemudian dilanjutkan dengan gerakan dan syair merayu pria kepada wanita:

Madago pesuncu enu
Setu ri yapi mpulemu
Ane pande meporewu
Koroku Se’s dandeku

Yang artinya:
Indah untaian kalungmu
Terselip di sanggulmu
Kalau setia (pandai) jadi pengasuh
Kurela mengikutimu

Wanita yang dirayupun kemudian membalas dengan syair:
Enu madago posuncu
Setu ri yapi baturu
Ane pande mepoyunu
Barani yaku melulu

Yang artinya:
Kalung indah tersusun
Terselip di rambutmu
Bila setia (pandai) menemaniku
Kurela bersamamu

Demikianlah Tari Torompio yang sangat legendaris ini, tidak sedikit pasangan yang dipasangkan oleh guru mereka di SMU di poso, tentena, pendolo dan dimana saja di kabupaten Poso (mori, napu, bada) kemudian berjodoh dan menjadi sepasang suami istri karena setelah latihan torompio di sekolah cinta pun berlanjut sampai ke rumah. Banyak juga yang hanya sebatas “jadian” atau pacaran karena daya magis tarian ini selama latihan.

Umumnya (herannya) pemasangan yang dilakukan guru atau pelatih tari pas keliatannya artinya cowo yang tampan akan dipasangkan dengan gadis yang cantik dan disesuaikan kadar ketampanan dan kecantikannya. Pemasangan ini entah kenapa terkesan pas bagi penontonnya dan akan membuat pasangan tari yang “dijodohkan” tersipu-sipu karena ada adegan pengalungan kalung dan adegan merayu ini.

Inilah tari yang akan membuat ngkai-ngkai ompong dan nenek-nenek paling tua sekalipun akan tersenyum mengingat masa lalu waktu sang ngkai masih gagah perkasa dan nenek yang masih cantik jelita, menarikan tarian ini dengan pasangan tarinya yang entah dimana kini….atau justru sedang ada disisinya……hmm Torompio……Tari yang banyak memberikan kenangan bagi orang-orang tua dulu yang sering tersenyum sendiri kalau menonton tarian ini ditarikan anak laki-laki atau anak perempuannya…….mengingat sesuatu (bahasa syahrini) dan terkenang akan masanya dulu waktu masih dipingit dirumah dan hanya pada saat latihan Tari Torompio baru bisa ketemu pujaan hati….oh..Torompio.

Kata Kunci :

lirik lagu torompio (33),kumpulan lirik lagu daerah poso (5),asal mula tarian torompio (2),lirik lagu poso (2),sejarah tarian torompio (1),pencipta tarian torompio (1),Lirik lagu bahasa poso (1),lagu torompio poso (1),Kumpulan Lirik lagu kayori bahasa pamona (1),Download lagu banya wuti banya lega (1),download kata kata bahasa pamona (1),torompia (1),
tags: , , , , , , , ,

Berita Terkait