nDoi Bungu

Sore itu nDoi Bungu, sedang berdoa pada Pue Mpalaburu, sudah beberapa hari ini perasaannya tidak tenang, mimpi itu terus membayangi, seolah olah memanggilnya untuk selalu pulang ke suatu tempat yang sering dia kunjungi tetapi dia tidak tau tempat itu. Kegelisahan ini agaknya beralasan karena sudah 7 hari ini, pasukan Onda’e dan pasukan napu telah berhadap Selengkapnya tentangnDoi Bungu[…]

TOROMPIO

Seperti halnya fenomena terciptanya tari tarian yang diinspirasi dari penindasan yang dilakukan pemerintahan Kolonial Belanda pada masyarakat Indonesia maka masyarakat Pamona pun tidak kalah kreatifnya. Bedanya masyarakat Pamona mengalaminya pada masa penjajahan Jepang pada saat pembukaan jalan Takolekaju yang banyak memakan korban Jiwa. Kalau daerah lain di Indonesia menciptakan tarian perang untuk melawan penindasan tersebut Selengkapnya tentangTOROMPIO[…]

Oli Mporongo

Oli mporongo.┬áDalam tradisi orang Poso, perkawinan dianggap sah setelah menyerahkan mas kawin atau oli mporongo. Oli mporongo terbagi atas 2 bagian: 1. Sampapitu; dan 2. Puu oli dan wawo oli. Sampapitu adalah tujuh benda yang dapat dihitung menurut satuan barang sekaligus memiliki nilai magis. Ketujuh benda dapat dibedahkan tetapi tidak dapat dipisahkan. Puu oli dan Selengkapnya tentangOli Mporongo[…]

TangKolikuwa

Salah seorang penakluk atau penyebar gen terbesar di daratan Pamona Poso datang dari suku Lage. Hal ini tergambarkan dalam kisah Ta ngKolikuwa yang dicatat oleh Adriani dan diterbitkan dalam bukunya Baree Verhalen terbitan tahun 1932 atau 7 (tujuh) tahun setelah kematiannya. Ngkai Ta ngKolikuwa dalam ingatan masyarakat Pamona (awal abad 20) adalah seorang “besar” yang Selengkapnya tentangTangKolikuwa[…]