Judul standar

GPST 5 Desember 1957 dan……. GPST 10 Desember 1960 (Tewasnya 11 Pimpinan GPST). (catatan awal yang masih perlu klarifikasi). Oleh : Dimba Tumimomor. Pada tahun 1957 keadaan sosial kemasyarakatan di wilayah Sulawesi Tengah terutama Kabupaten Poso sesungguhnya dalam keadaan resah. Keresahan itu disebabkan oleh dua gerakan besar di Pulau Sulawesi yaitu Gerakan DI/TII yang datangnya Selengkapnya tentangJudul standar[…]

Asal usul Lipu Pandiri

LIPU PANDIRI Oleh: Dimba Tumimomor Sumber: FB Grup Pekitandaya. Dalam catatan awal perjalanan DR Kruyt maupun DR Adriani menyusur ke hulu DAS Poso dan kemudian memasuki muara (Baba Koro nTomasa) Sungai Tomasa, belum diketemukan nama kampung atau Lipu Pandiri. Yang ada ada adalah kelompok pemukim kecil To Lage yang berdiam di dataran kecil sekitar Buyu Selengkapnya tentangAsal usul Lipu Pandiri[…]

nDoi Bungu

Sore itu nDoi Bungu, sedang berdoa pada Pue Mpalaburu, sudah beberapa hari ini perasaannya tidak tenang, mimpi itu terus membayangi, seolah olah memanggilnya untuk selalu pulang ke suatu tempat yang sering dia kunjungi tetapi dia tidak tau tempat itu. Kegelisahan ini agaknya beralasan karena sudah 7 hari ini, pasukan Onda’e dan pasukan napu telah berhadap Selengkapnya tentangnDoi Bungu[…]

TOROMPIO

Seperti halnya fenomena terciptanya tari tarian yang diinspirasi dari penindasan yang dilakukan pemerintahan Kolonial Belanda pada masyarakat Indonesia maka masyarakat Pamona pun tidak kalah kreatifnya. Bedanya masyarakat Pamona mengalaminya pada masa penjajahan Jepang pada saat pembukaan jalan Takolekaju yang banyak memakan korban Jiwa. Kalau daerah lain di Indonesia menciptakan tarian perang untuk melawan penindasan tersebut Selengkapnya tentangTOROMPIO[…]

Oli Mporongo

Oli mporongo. Dalam tradisi orang Poso, perkawinan dianggap sah setelah menyerahkan mas kawin atau oli mporongo. Oli mporongo terbagi atas 2 bagian: 1. Sampapitu; dan 2. Puu oli dan wawo oli. Sampapitu adalah tujuh benda yang dapat dihitung menurut satuan barang sekaligus memiliki nilai magis. Ketujuh benda dapat dibedahkan tetapi tidak dapat dipisahkan. Puu oli dan Selengkapnya tentangOli Mporongo[…]

Lobo Rumah Panggung Khas Poso

Lobo adalah rumah panggung khas Poso yang memanjang ke belakang dengan ukuran 10 x 12 meter. Rumah ini ditopang oleh tiang-tiang besar yang kokoh, dan tingginya 2 meter dari permukaan tanah. Pada bagian deoan sisi kiri dan kanan terdapat tangga sebagai jalan masuk ke rumah, dan kedua tangga tersebut diberi atap. Pada bagian dalam Lobo, pada sepanjang Selengkapnya tentangLobo Rumah Panggung Khas Poso[…]