Sira Ngkai Pantjali Sigilipu

Sira Ngkai PANTJALI SIGILIPU. Anu Kutubunaka, Ngkai Pantjali Sigilipu di perkirakan lahir tahun 1888 di Wawondoda – Onda’e. Kemudian berpindah tempat ke Petirolemba di Wingke mPoso. Tahun 1894, ayahnya tewas ketika terjadi perang suku dimana Petirolemba diserang oleh To Onda’e. Pantjali kecil tertawan, lalu dibebaskan oleh AC. Kruyt. Kruyt kemudian mengadopsinya dan dimasukkan kesekolah di Selengkapnya tentangSira Ngkai Pantjali Sigilipu[…]

nDoi Bungu

Sore itu nDoi Bungu, sedang berdoa pada Pue Mpalaburu, sudah beberapa hari ini perasaannya tidak tenang, mimpi itu terus membayangi, seolah olah memanggilnya untuk selalu pulang ke suatu tempat yang sering dia kunjungi tetapi dia tidak tau tempat itu. Kegelisahan ini agaknya beralasan karena sudah 7 hari ini, pasukan Onda’e dan pasukan napu telah berhadap Selengkapnya tentangnDoi Bungu[…]

TOROMPIO

Seperti halnya fenomena terciptanya tari tarian yang diinspirasi dari penindasan yang dilakukan pemerintahan Kolonial Belanda pada masyarakat Indonesia maka masyarakat Pamona pun tidak kalah kreatifnya. Bedanya masyarakat Pamona mengalaminya pada masa penjajahan Jepang pada saat pembukaan jalan Takolekaju yang banyak memakan korban Jiwa. Kalau daerah lain di Indonesia menciptakan tarian perang untuk melawan penindasan tersebut Selengkapnya tentangTOROMPIO[…]

Oli Mporongo

Oli mporongo. Dalam tradisi orang Poso, perkawinan dianggap sah setelah menyerahkan mas kawin atau oli mporongo. Oli mporongo terbagi atas 2 bagian: 1. Sampapitu; dan 2. Puu oli dan wawo oli. Sampapitu adalah tujuh benda yang dapat dihitung menurut satuan barang sekaligus memiliki nilai magis. Ketujuh benda dapat dibedahkan tetapi tidak dapat dipisahkan. Puu oli dan Selengkapnya tentangOli Mporongo[…]

Cara Menyatakan Cinta 100 Tahun Lalu di Pamona/Poso

Cara Menyatakan Cinta 100 Tahun Lalu di Pamona/Poso: CUKUP DENGAN BEKO DAN KULIT JAGUNG Bagaimanakah lazimnya orang-orang dahulu kala menyatakan cintanya pada seorang perempuan muda (gadis)? Pada jaman dulu biasanya dilakukan seorang pria ketika menghadiri suatu pesta untuk dimulainya penanaman padi pada sebuah perladangan padi yang di sebut pesta “Molanggo” atau dapat juga diartikan pesta Selengkapnya tentangCara Menyatakan Cinta 100 Tahun Lalu di Pamona/Poso[…]

April – Mei 1892: Perjalanan awal Kruyt ke Tomasa dan Mapane

Tiba di Posso tahun 1892, Albertus C. Kruyt tidak berpangku tangan. Tetapi langsung melakukan penjajakan ke pedalaman. Demikianlah pada tanggal 26 april 1892 Kruyt melakukan perjalanan menuju Tomasa. Perjalanan tidak dilakukan melalui darat karena sarana transportasi saat itu adalah melalui sungai. Untuk melakukan perjalanan tersebut kruyt harus membayar 2 Gulden bagi 4 orang alfuru tukang perahu Selengkapnya tentangApril – Mei 1892: Perjalanan awal Kruyt ke Tomasa dan Mapane[…]

Lobo Rumah Panggung Khas Poso

Lobo adalah rumah panggung khas Poso yang memanjang ke belakang dengan ukuran 10 x 12 meter. Rumah ini ditopang oleh tiang-tiang besar yang kokoh, dan tingginya 2 meter dari permukaan tanah. Pada bagian deoan sisi kiri dan kanan terdapat tangga sebagai jalan masuk ke rumah, dan kedua tangga tersebut diberi atap. Pada bagian dalam Lobo, pada sepanjang Selengkapnya tentangLobo Rumah Panggung Khas Poso[…]