Sulteng Kirim 500 Ton Beras Ke Gorontalo

Jumat, Agustus 21st 2015. | Berita Lokal


Sulteng Kirim 500 Ton Beras Ke Gorontalo

Ilustrasi (antaranews)

Pengiriman beras ke daerah itu dilakukan karena cadangan stok beras Bulog Sulteng cukup memadai, kata Kepala Bulog Sulteng, Mar’uf di Palu.

Berita Terkait

Palu, (antarasulteng.com) – Sulawesi Tengah mengirim beras sebanyak 500 ton ke Provinsi Gorontalo guna memenuhi kebutuhan masyarakat di daerah itu.

“Kami sedang mengirim beras ke Gorontalo yang hingga kini masih mengalami defisit produksi,” kata Kepala Perum Bulog Sulteng Mar`uf di Palu, Jumat.

Ia menjelaskan semua beras yang dikirim ke Gorontalo merupakan hasil pengadaan lokal di Kabupaten Banggai.

Kabupaten Banggai merupakan daerah terdekat dengan provinsi tersebut. Karena berdekatan, maka kebijakan Bulog Sulteng mengirimkan beras dari Kabupaten Banggai yang juga merupakan lumbung beras kedua terbesar di Provinsi Sulteng.

Namun, kata dia, pengiriman beras ke daerah itu dilakukan karena cadangan stok beras Bulog Sulteng cukup memadai.

Menurut dia, pengiriman beras antar-Bulog di daerah biasa disebut perpindahan stok beras. “Istilahnya karena stok beras di gudang penuh, maka salah satu cara untuk bisa menampung hasil produksi petani lokal dengan memindahkan sebagian stok ke gudang Bulog di daerah yang benar-benar masih defisit,” katanya.

Kebetulan, kata Mar`uf, Bulog Gorontalo masih kekurangan stok beras. “Ya kita pindahkan sebagian stok beras dari gudang Bulog Luwuk ke Gorontalo,” kata dia.

Dengan demikian, gudang beras di Luwuk bisa menampung hasil pengadaan lokal yang sementara ini masih berjalan.

Kepala Sub Bulog Luwuk udin mengatakan hingga kini masih memiliki stok beras di gudang setempat dalam jumlah memadai.

Selain masih ada stok beras dalam jumlah memadai, juga pengadaan tetap gencar dilakukan Bulog Luwuk yang langsung ke sentra-sentra produksi di seluruh Kabupaten Banggai.

Realisasi pengadaan beras di kabupaten yang terletak di bagian timur Sulteng itu hingga sekarang sudah sekitar 6.000 ton dari target 11.000 ton, atau sudah mencapai 65 persen.(BK03/)

Editor: Anas Masa
COPYRIGHT © 2015

Sumber Artikel

Berita Terkait