Sira Ngkai Pantjali Sigilipu

Sira Ngkai PANTJALI SIGILIPU.

Anu Kutubunaka, Ngkai Pantjali Sigilipu di perkirakan lahir tahun 1888 di Wawondoda – Onda’e. Kemudian berpindah tempat ke Petirolemba di Wingke mPoso. Tahun 1894, ayahnya tewas ketika terjadi perang suku dimana Petirolemba diserang oleh To Onda’e.
Pantjali kecil tertawan, lalu dibebaskan oleh AC. Kruyt. Kruyt kemudian mengadopsinya dan dimasukkan kesekolah di Kasinguncu. Selanjutnya Kruyt mengirimnya untuk meneruskan bersekolah di Jawa, Pantjali menerima baptisan pada tahun 1905, beliaulah To Poso pertama yang menerima baptisan.
Setamat sekolah di Jawa, dia meneruskan ke “sekolah guru” di Tomohon, dan tamat tahun 1909.

Tahun 1910 Pantjali diangkat menjadi “Guru Injil” di Tentena, beliau merupakan orang Poso pertama yang menyandang tugas tersebut.
Bapak Pantjali Sigilipu kemudian menikah dengan Naka Soa’e, anak perempuan dari Sira Ngkai Papa i Wunte (bernama kecil Soa’e).
Papa i Wunte sendiri adalah seorang Wa’a Kabosenya dari Kasiguncu (To Pebato) yang kemudian diangkat menjadi Kepala Distrik di Distrik Pebato, Kasinguncu.
Papa Wunte sekeluarga dan para pengikutnya dari Pebato adalah orang Poso pertama di Tana Poso yang memutuskan masuk Agama Nasrani-Kristen.. Dari benih-benih yang tumbuh ini, kemudian Injil menyebar di seantero Tana Poso.

Foto Dimba Tumimomor.

Pada tahun 1925, Bapak Pantjali Sigilipu diangkat sebagai Witi Mokole (Kepala Distrik) di Tentena, sekaligus tetap merangkap sebagai guru. Dari Pantjali, jabatan Kepala Distrik ini, kemudian dilanjutkan oleh Sira Bapak L.Molindo diawal Perang Dunia II.
Pada massa pendudukan Jepang pada bulan Maret 1944 Bapak Pantjali Sigilipu ditangkap dengan tuduhan memusuhi Jepang dan menantikan kembalinya pemerintahan Kolonial Belanda. Bersama beberapa sesama tawanan, mereka di bawa dan ditawan di penjara Jepang Makasar, Sulawesi Selatan. Di penjara itu, beliau meninggal dunia dan dikebumikan di Makasar.

Dari Bapa Pantjali dan Ibu Naka Soa’e ini kemudian menurunkan sebagian besar Keluarga Besar bermarga SIGILIPU.

Dalam Foto, terlihat Pantjali Sigilipu sekeluarga, bersama para murid sekolahnya di Tentena
Foto Keluarga Sira Papa i Wunte (Soa’e) dan Sira Ine i Maseka dan Anak Papa Wunte bernama Sira Naka Soa’ yang bersekolah di Tomohon.

Foto Dimba Tumimomor.
Facebook Comments