S. Kabo: Sejarah Singkat Bupati Poso ke 5

Jumat, September 4th 2015. | Poso, Sejarah

S. Kabo dilahirkan pada 07 – 10 – 1914 di Watutau dan selanjutnya memulai pendidikan di sekolah zending di sana. Menyelesaikan pendidikan dasar selama tiga tahun di kampung kelahirannya, kemudian orang tuanya mengantar untuk meneruskan ke sekolah sambungan yang berada di Poso.

Lalu berdasarkan kemampuan potensi intelektual sehingga memenuhi syarat untuk melanjutkan pendidikan yang menggunakan bahasa Belanda sebagai Bahasa Pengantar, HIS, dalam proses belajar mengajar di Poso.

Menyelesaikan pendidikan dari Holand Indische School, S. KABO sebagai orang yang pertama dari Midden Celebes (Sulawesi Tengah) yang diterima untuk bersekolah di OSVIA yaitu sekolah khusus bagi mereka yang dipersiapkan untuk menjadi pemimpin di pemerintahan.
Berita suka cita ini di sambut antuasias oleh keluarga.

Secara khusus Polite (Ibunda S. Kabo) mempersiapkan segenggam emas sebagai modal yang sangat bernilai ketika itu untuk memberangkatkan putranya. Dari Wanga setelah meminta restu kepada orang tua, S. Kabo kembali ke Poso. Kemudian berjalan kaki melewati Pegunungan Takolekaju, deretan pegunungan rimba raya yang menghubungkan Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan, lalu tiba di Pelabuhan tradisional Wotu menumpang kapal tradisionail ke Malili untuk berangkat ke Makassar dengan Kapal Pemerintah yang terjadwal setiap dua minggu.

OSVIA Makassar adalah sekolah yang menampung dan mendidik murid-murid berprestasi dari kawasan Timur Indonesia yang akan disiapkan menjadi pemimpin di bidang pemerintahan.

Kabo menyelesaikan pendidikannya pada tahun 1939, lalu setahun kemudian memulai tugas pertama di Sangir Talaud. Di tempat tugas pertama, S. Kabo menemukan Gadis Manis, dari lingkungan keluarga bermagra Kansil, yang kemudian menjadi Pasangan Hidupnya. Dari Sangir Talaud, S. Kabo dimutasi di Luwuk Banggai lalu seterusnya di kembalikan ke negeri asalnya Poso.

Oleh Johanes Kruyt yang kembali ke Poso dari penahanannya pada masa Pendudukan Jepang di Manado, sekitar bulan September 1945, S. KABO ditunjuk sebagai Kepala Pemerintahan Poso. Keputusan ini mempertimbangkan latar belakang pendidikan Kabo yang berasal dari OSVIA Makassar. Tetapi, karena situasi pergolakan politik ketika itu sehingga status pemerintahan sendiri tidak jelas, terutama gangguan pertarungan politik lokal.

Selain bertugas di Poso di tengah situasi belum menentu, S. Kabo juga harus mengantikan tugas ayahnya Kabo yang meninggal tahun 1946 yang bertanggungjawab sebagai Magau Tampo Lore yang membawahi pemerintahan Biti Magau di Behoa dan Biti Magau di Bada.

Silih berganti pemerintahan, dan pada tahun 1955, S. Kabo di angkat sebagai Kepala Pemerintahan Negeri (KPN) Poso.
Ketika teradi krisis Politik di penghujung tahun desember 1957 – 1958, pertarungan antara Gerekan Pemuda Sulawesi Tengah (GPST) dengan Tentara PERMESTA di Poso, S. Kabo menjadi korban Politk dan nyaris meninggal dalam sekapan GPST.

Peristiwanya, ketika Pemuda-Pemuda GPST berhasil mengusir Tentara Permesta dan merebut Kota Poso, mereka menemukan S. Kabo di Kantor KPN, lalu pemuda-pemuda menangkap dan membawanya ke Tagolu dengan tuduhan tunggal sebagai Bupati Permesta. Bersyukur pada saat itu, Ia diselamatkan oleh Letnan Sanusi lalu membawanya mengungsi ke Parigi.
Atas tuduhan sebagai Bupati Permesta S. Kabo ditahan di Palu lalu kemudian dipindahkan ke Manado untuk menjalani persidangan militer.

Tahun 1964, Pengadilan Oditur Militer memutuskan bahwa S. Kabo diinyatakan tidak bersalah karena SK Pengangkatan sebagai KPN Poso adalah berdasarkan SK Menteri Dalam Negeri. Bukan SK yang dikeluarkan Gubernur Sulawesi Utara ketika itu.

Kemudian, ia dikembalikan ke Sulawesi Tengah – Palu dan diangkat sebagai Residen Kordinator, RESKOR, yang umumnya dikenal oleh publik sebagai Gubernur Muda Provinsi Sulawesi Tengah.
S. Kabo kembali pada keabadian sorgawi pada 26 Djuni 1982 dan dibaringkan bersama leluhurnya di Wanga.

Oleh: Asyer Tadampai

Renungan Malam untuk kekasih jiwaku
Dari orang Kampung yang rindu kampung sehingga sedikit kampungan.

tags: , , , , ,

Berita Terkait