REKAM JEJAK GAJAH MADA DI TAMPO LORE

Satu jejak peradaban penting di Tampo Lore adalah Ceritra tentang keberadaan tempat peristrahatan atau yang dalam konsep kebudayaan Jawa disebut Petilasan Gajah Mada. Lokasi tersebut berada di atas puncak satu bukit, sekitar tiga jam perjalanan kaki dari Desa Katu.


Pada tahun 1989, Departeman Pendidikan Dan Kebudayaan Kecamatan Lore Utara, Kabupaten Poso, didukung oleh Kapolsek Lore Utara dan Kepada desa Talabosa dan Kepala Desa Katu yang secara berkala melakukan penelitian dan mengumpulkan informasi kepada masyarakkat yang tidak sengaja pernah ke tempat tersebut.
Beberapa catatan kesimpulan :
1. Di puncak Gunung tersebut di temukan banyak batu yang masih tersusun dalam jarak teratur yang memperlihatkan seperti bekas Pondasi Rumah Besar. 


2. Pada halaman depan (bagian timur) pondasi tersebut terdapat sebuah batu datar dan lubang, ada dugaan bahwa lubang pada btu tersebut adalah tempat untuk mengibarkan bendera atau semacam Simbol Perang.


3. Terdapat sebuah taman bunga, yang pada saat pertama tim menemukan lokasi memperlihatakan bahwa taman tersebut ada sentuhan perawatan.


4. Ditemukan tiga buah Batu berwarna Putih yang bertuliskan, namun tidak ada yang bisa menjelaskan maknanya.


5. Beberapa Kilometer dari puncak gunung tersebut (lokasinya antara Desa Rompo dan Desa Katu), ditemukan 2 buah Patung Manusia; 1 patung laki-laki yang memperlihatkan ukuran tubuhnya yang besar dengan rambutnya yang kelihatan seperti disanggul (masyarakat lokal menyebutnya Watu Mogaa Meboku). Yang unik dari Pantung ini adalah gambar wajahnya yang mirip dengan Wajah Patung Gajah Mada yang ada di Pulau Jawa. Tidak jauh dari tempat itu juga ditemukan satu Patung menyerupai wajah perempuan yang juga rambutnya di sanggul dan menggendon seorang anaknya.

Dari data-data di atas, dilakukan rekonstruksi mengikuti alur ceritra kisah Kehidupan Gajah Mada yang diangkat sebagai Panglima (1313) pada masa pemeritahan Ratu Tribhuwanatunggadewi di Kerajaan Majapahit. Gajah Mada adalah Panglima Perang yang berhasil mempersatukan Nusantara dan termasyur dengan Sumpah Palapa-nya.
Sayangnya bahwa Kehidupan Gajah Mada juga tidak tuntas dalam Sejarah Tanah Jawa, tetapi sekaligus ini juga penting bagi kemungkinan lanjutan kisahnya di tempat lain di nusantara ini.

Bagian penting dari kisahnya yang direkonstruksi dalam ceritra masyarakat Tampo Lore, adalah :
Pertama, menurut kisah Tanah Jawa bahwa ketika Gajah Mada mengikrarkan Sumpah Palawa, sempat disebutkan bahwa bila ia menggal, ia ingin disemayamkan di tengah nusantara. Bila membayangkan Nusantara yang pernah dipersatukan oleh Panglima Gajah Mada, Dari Sabang sampai Merauke; dari Alor sampai ke Talaud maka tengah nusantara itu adalah Pulau Sulawesi, dan tengah Pulau Sulawesi itu adalah berada di Taman Nasional Lore Lindu di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.

Kedua, menurut kisah bahwa ketika Gajah Mada melakukan ekspedisi ke Timur, Ia tiba di Pandang-Pandang (Gowa-Makassar), kemudian meneruskan perjalanan ke Utara (Manado). Tetapi dalam perjalanan, disebutkan Ia menghilang di Selat Makassar. Itulah kisah terakhir Perjalanan sejarah.
Bisa terjadi; bahwa ..menghilang … yang dimaksudkan adalah Gajah Madah melakukan perjalanan menelusuri Pulau Sulawesi dengan mengikuti alur Sungai Lairiang yang bermuara di Mamaju Sulawesi Barat di Selat Makassar. Sungai terpanjang di Pulau Sulawesi Ini adalah berhulu di Lembah Tampo Lore, Kabupaten Poso.

Sayangnya, Penelitian Tim dari Departeman Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Poso itu diakhiri dengan perdebatan untuk menentukan satu kunci situs, yaitu tidak ditemukannya satu meja sebagai simbol kekuasaan seorang Raja. Perbedaan yang sesungguhnya tidak substansi ini mengakhiri pekerjaan mereka berblan-bulan bahkan dibalut semangat nasionalisme me3reka telah mendirikan Benderah Merah Putih di Puncak Gunung Yang dimaksud.

Dari pengalaman pribadi saya yang beberapa bulan lalu melakukan penelitian, dan dari informasi yang dikumpulkan kepada semua mereka yang telah melakukan penelitian dan masyarakat yang telah ke tempat tersebut; bahwa tempat tersebut memiliki aura misteri. Bila sepulah orang yang diminta untuk menceritrakan pengalamannya, maka kesepuluh orang tersebut akan memiliki pengalaman dan misteri berbeda yang disaksikan dan dialami.

Renungan Malam
Dari Orang Kampung Yang Cinta kampung sehingga sedikit Kampungan.

Sumber: http://meisel-adelin.blogspot.com/2011/11/rekam-jejak-gajah-mada-di-tampo-lore.html

Facebook Comments