Pakai Patokan Data Konsumsi Rumah Tangga, Kepala BPS Bantah Daya Beli Masyarakat Melemah

Minggu, Agustus 13th 2017. | Berita Umum

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, konsumsi rumah tangga pada kuartal II 2017 naik sebesar 4,95 persen. Jika dibandingkan kuartal I 2017 4,94 persen, angka tersebut naik tipis.

Dengan berpatokan pada data itu, Kepala BPS Kecuk Suharyanto , membantah adanya penurunan daya beli di masyarakat. Walaupun konsumsi rumah tangga di kuartal II naik tipis, Kecuk menegaskan hal itu masih masuk ke dalam peningkatan konsumsi masyarakat.

“Jadi kalau ada yang bilang (daya beli masyarakat) turun, sangat tidak mungkin,” ujar Kecuk di Jakarta, Sabtu (12/8/2017).

Baca: Anies Baswedan: Yang Masih Bicarakan Pilkada Tolong Ganti Aja Kalendernya!

Kecuk memaparkan, di sektor makanan dan minuman selain restoran di kuartal II 2017 5,24 persen. Angka tersebut kata Kecuk menunjukan masyarakat lebih senang cari makanan di restoran daripada masak di rumah.

“Di sektor restoran dan hotel ada indikasi gaya atau perilaku konsumsinya agak berubah. Orang lebih senang makan di luar di restoran dan hotel,” ungkap Kecuk.

Kecuk menambahkan faktor lain daya beli masyarakat masih naik terlihat dari transaksi debit perbankan naik 20 persen. Sedangkan di sisi lain persentase pendapatan masyarakat yang ditabung meningkat.

“Artinya hanya masyarakat menengah keatas menahan belanja. Sebagai konsumer tentu punya pertimbangan sendiri,” jelas Kecuk.

Sumber Artikel

Berita Terkait