Oli Mporongo

Kamis, Agustus 13th 2015. | Sejarah

Oli Mporongo

Oli mporongo. Dalam tradisi orang Poso, perkawinan dianggap sah setelah menyerahkan mas kawin atau oli mporongo.

Oli mporongo terbagi atas 2 bagian:
1. Sampapitu; dan
2. Puu oli dan wawo oli.

Sampapitu adalah tujuh benda yang dapat dihitung menurut satuan barang sekaligus memiliki nilai magis. Ketujuh benda dapat dibedahkan tetapi tidak dapat dipisahkan.

Puu oli dan wawo oli memilik empat tingkatan:
1. Oli saatu papitu mpuyu (170) untuk lingkungan wa’a ngkabosenya.
2. Oli papitu mpuyu (70) Kabose/Umum
3. Oli tatogo mpuyu (30) Kabose/Umum
4. Oli Radua mpuyu (20) Bagi Janda
5. Oli sampuyu (10) Bagi Janda lebih dari satu kali.

Mulai tahun 1918, Oli saatu papitu mpuyu mulai dilarang Belanda karena dianggap terlalu berleebih-lebihan, karena pada tingkatan ini keluarga laki laki menyerahkan satu orang budak atau dua ekor kerbau.

tags: , , , , , , , , , ,

Berita Terkait