Migrasi To Lage ke Palande

Minggu, Agustus 16th 2015. | Poso, Sejarah

Apakah pernah terjadi Migrasi di Poso pada jaman dulu???? Ternyata kisah yang ditulis Kruyt dan adriani cukup banyak menggambarkan hal itu. Salah satunya adalah kisa To Palande.

To Palande adalah sub suku yang pada awal abad 20 (1900an) menguasai selatan danau Poso sebelah barat dan lembah Masewe di timur.

Bagaimana kisah To Palande menguasai wilayah diatas??
Legenda kuno yang dikutip Kruyt mengatakan bahwa pernah terjadi Migrasi dari Lage menuju ke Palande. Begini kisahnya:

“Menurut kisah, kepala suku LANGGEANI, wilayah yang terletak di dataran Walati, meminta bantuan kepada salah seorang Kabose Lage yang berdomisili di desa TAMUNGKU mBONTI sebelah selatan wilayah Lage tidak seberapa jauh dari PANDJOKA untuk membantu dia dalaqm perang antara To Langgeani dan sebuah desa yang bernama WAWO nTOLO disebelah TIMUR LAUT daratan WALATI. Kabose Lage tersebut memenuhi permintaan To LANGGEANI dan berhasil membantu menaklukan desa WAWO nTOLO.

Sebagai hadiahnya kepala suku LANGGEANI memberikan hadiah berupa TANAH/LAHAN. Mengapa suku LANGGEANI dapat memberikan lahan atau tanah sebagai hadiah? Hal ini disebabkan karena TO Langgeani sangat besar jumlah penduduknya dan sangat kuat (pada jaman dulu) sehingga dapat memberikan tanah kepada To Lage.

Sebagai batasnya Kruyt mencatat sebagai berikut:
Dari Masewe naik sampai ke Bentonu, sampai singkona, kemudian berbelok ke danau sampai ke perbatasan Korobono dan Pape.

Beberapa masyarakat Lage kemudian menginspeksi negara Baru ini. Ketika Kepala suku mereka MENYETUJUI tempat yang mereka pilih, desa PALANDE kemudian didirikan. Desa Palande kemudian menjadi tempat tinggal kepala suku dari Lage, dan memberi nama PALANDE dari namanya”.

Ketika Belanda menjadi tuang di Poso, To Palande diperintahkan untuk meninggalkan desa kuno mereka dan seluruh desa yang berada di pegunungan. Mereka kemudian dipindahkan ke 3 (tiga) desa yakni SINGKONA, PAPE dan TOBA di lembah MASEWE.

Kelak kemudian hari kita akan menyaksikan bagaimana To Lage bermigrasi ke arah laut di utara, ke sungai MATAKO disebelah Timur Laut, dan ke Pu’umbana disebelah tenggara. Disini kita menemukan To Lage bermigrasi ke selatan. To Lage adalah suku yang selalu ingin memperluas wilayah mereka dan itulah alasan mereka melakukan migrasi ke berbagai tempat.

Refleksi Singkat:
1. Pemilik Tanah mula mula dari Palande adalah To Langgeani.
2. To Langgeani memberikan Tanah Palande kepada Lage sebagai Hadiah karena membantu dalam perang.
3. Yang dinamakan Palande saat ini adalah wilayah antara Taripa dan Korobono, saat ini masuk dalam distrik Pamona Tenggara.
4. Desa asli To Palande adalah Singkona, Pape dan Toba.
5. Penduduk Palande adalah masyarakat Lage yang kemudian berbaur dengan penduduk Langgeani.
6. Lage adalah suku yang suka bermigrasi.

Dengan Demikian kalaulah secara umum dapat kita katakan pengaruh Lage di daratan Pamona/Posso sangat besar mencakup Lage saat ini, Palande, Bantjea, Pu’umbana.

tags: , , , ,

Berita Terkait