Gubernur Sarundajang: NKRI Tetap Utuh

Sabtu, Agustus 29th 2015. | Berita Lokal


Gubernur Sarundajang: NKRI Tetap Utuh

Dr Sinyo Harry Sarundajang (Andika Wahyu)

Berita Terkait

Manado, 28/8 (Antara) – Gubernur Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Sinyo H Sarundajang mengatakan bangsa ini patut bersyukur karena Indonesia pasca-orde baru sempat tercabik-cabik konflik komunal di sejumlah daerah, namun eksisistensi NKRI tetap utuh.

“Apresiasi atas prestasi bangsa Indonesia berdemokrasi selama kurun waktu 15 tahun,” kata Gubernur melalui Kepala Bagian Humas Roy RL Saroinsong di Manado, Jumat.

Gubernur mengatakan hal tersebut saat meluncurkan buku berjudul “Sistem Presidensial Indonesia dari Soekarno ke Jokowi” pada seminar nasional yang dirangkaikan dengan Kongres XXVI Asosiasi Ilmu Politik Indonesia (AIPI).

Sarundajang yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PP AIPI periode 2008-2015 juga menjadi pembicara pada diskusi panel tokoh demokrasi, kepemimpinan politik dan kesejahteraan rakyat yang digelar Widya Graha LIPI, Jakarta, Kamis (27/08).

 “Rentang 70 tahun Indonesia merdeka masih terdapat beberapa catatan yang harus dibenahi, di antaranya penegakan penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dari korupsi,” katanya.

 Selain itu, perlunya peran negara mewujudkan kemakmuran dan keadilan sosial dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan melindungi segenap bangsa Indonesia termasuk menjamin hak hidup minoritas agama dan kepercayaan.

 “Tujuan seminar nasional ini salah satunya adalah mencari solusi atas pelbagai masalah bangsa ini selama kurun waktu 70 tahun. AIPI merasa perlu membahas serta mendiskusikan problema bangsa ini dalam sesi panel tokoh dengan menghadirkan para ilmuwan politik, praktisi, pejabat politik serta mantan pejabat politik,” katanya.

Agenda seminar bertema “Membaca 70 Tahun Indonesia Merdeka, Tantangan Menuju Negara Demokrasi Berkeadilan Sosial” juga menghadirkan panelis di antaranya Menpolhukam RI Jend Purn (TNI) Luhut B Panjaitan, Prof Dr Azyumardi Azra (Mantan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta), Prof Dr Emil Salim dengan moderator Prof Dr Dewi Fortuna Anwar MA (Deputi Bidang IPSK LIPI).

Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © 2015

Sumber Artikel

Berita Terkait