Manoeroe

Oleh: Abdi Pole. Tulisan ini disadur dan diterjemahkan penuh dari buku DE WEST-TORADJA’S OP MIDDEN CELEBES DOOR ALB. C. KRUYT DEEL I 1938 tanpa ada pendapat ataupun opini tambahan dari penulis, ataupun saduran buku lainnya, hanya bermodalkan kamus bahasa belanda dan bahasa indonesia yang sudah dipelajari sehingga mengikuti gaya berbahasa dan menulis Alb. C. Kruyt Selengkapnya tentangManoeroe[…]

Orang-Orang Mandar di Posso

Oleh: Pramaartha Pode Jauh sebelum Belanda datang ke Poso pada tahun 1892, Kerajaan Mandar (Sulawesi Barat) telah lebih dulu menaklukan wilayah pantai dan muara sungai Tomasa. Kisah mengenai ini, dapat kita temukan dari buku “De Baree Sprekende Toradjas van Midden Celebes” karya Albertus C. Kruyt dan Dr. Adriani. Dalam buku tersebut, Kruyt dan Adriani memperkirakan Selengkapnya tentangOrang-Orang Mandar di Posso[…]

NARASI KEMANUSIAAN DALAM KARYA SASTRA SANG MAESTRO JUSTINUS HOKEY (Bagian 2)

Oleh: Asyer Tandapai Narasi kemanusiaan Sang Maestro terungkap secara simbolik dalam lukisan Pesona Danau Poso yang mengekspresikan penggalan kehidupannya. Dari latar belakang kehidupan satu komunitas keluarga di Dulumai yang berabad-abad mengandalkan Danau Poso sebagai sumber hidup juga menjadi sarana memelihara persaudaraan. Danau Poso yang memiliki tanoana (jiwa) merupakan ruang ungkapan petubunaka (etika) dalam memelihara relasi Selengkapnya tentangNARASI KEMANUSIAAN DALAM KARYA SASTRA SANG MAESTRO JUSTINUS HOKEY (Bagian 2)[…]

NARASI KEMANUSIAAN DALAM KARYA SASTRA SANG MAESTRO JUSTINUS HOKEY (Bagian 1)

Oleh: Asyer Tandapai Sosok Budayawan Justinus Hokey lahir pada 10 Agustus 1945 di Dulumai, sebuah kampung yang terletak pada sisi lembah di tepian Danau Poso. Dan di kejauhan kampung mungil ini terlihat berada di atas tebing yang menambah keindahan Panorama Danau Poso. Bagi sebagian masyarakat Dulumai, mereka lebih bangga menyebut diri sebagai Tolongkea, yaitu sebuah Selengkapnya tentangNARASI KEMANUSIAAN DALAM KARYA SASTRA SANG MAESTRO JUSTINUS HOKEY (Bagian 1)[…]

S. Kabo: Sejarah Singkat Bupati Poso ke 5

S. Kabo dilahirkan pada 07 – 10 – 1914 di Watutau dan selanjutnya memulai pendidikan di sekolah zending di sana. Menyelesaikan pendidikan dasar selama tiga tahun di kampung kelahirannya, kemudian orang tuanya mengantar untuk meneruskan ke sekolah sambungan yang berada di Poso. Lalu berdasarkan kemampuan potensi intelektual sehingga memenuhi syarat untuk melanjutkan pendidikan yang menggunakan Selengkapnya tentangS. Kabo: Sejarah Singkat Bupati Poso ke 5[…]

Catatan Perjalanan Alb. C. Kruyt ke Tomasa (Pandiri) dan Mapane Tahun 1892

April – Mei 1892: Perjalanan awal Kruyt ke Tomasa dan Mapane. Tiba di Posso tahun 1892, Albertus C. Kruyt tidak berpangku tangan. Tetapi langsung melakukan penjajakan ke pedalaman. Demikianlah pada tanggal 26 april 1892 Kruyt melakukan perjalanan menuju Tomasa. Perjalanan tidak dilakukan melalui darat karena sarana transportasi saat itu adalah melalui sungai. Untuk melakukan perjalanan Selengkapnya tentangCatatan Perjalanan Alb. C. Kruyt ke Tomasa (Pandiri) dan Mapane Tahun 1892[…]

MENGHADAPI EKSPEDISI TENTARA BELANDA DALAM PERANG LAMBA (1903)

Di lingkungan orang-orang tua pemerhati sejarah leluhur Topekurehua, hampir terlupakan sejarah yang sangat penting mengenai ekspedisi pasukan tentara Belanda pertama ke Tampo Pekurehua. Secara garis besarnya persoalannya diawali dari tindakan sekelompok orang Napu yang gemar melakukan penyerangan-penyerang sporadis ke wilayah Poso yang dipimpin oleh Umana Baturu (Kareba). Kelihatannya kelompok yang dipimpin oleh Kareba ini dapat Selengkapnya tentangMENGHADAPI EKSPEDISI TENTARA BELANDA DALAM PERANG LAMBA (1903)[…]

Sejarah Singkat Terbentuknya Desa Kelei

Berdasarkan data tentang profil desa yang ada dikantor desa, desa Kelei Kecamatan Pamona Timur kabupaten poso bahwa awal mula desa Kelei yaitu merupakan penyatuan dua belas (12) suku orang tua leluhur, yang terdiri dari: 1. Suku Tampadede. 2. Suku Pantajo. 3. Suku Paembo. 4. Suku Palawanga. 5. Suku Morengku. 6. Suku Pambaroni. 7. Suku Wawondoda. Selengkapnya tentangSejarah Singkat Terbentuknya Desa Kelei[…]

Tata Cara Penobatan Karadja Lamoesa

Berdasarkan sumber sejarah yang ditemukan redaksi PosoMori.com dapat ditemukan tata cara Penobatan Karaja Lamusa yang dilakukan dengan prosedur sebagai berikut: Mengumpulkan seluruh Kabose yang ada di seantero Pamona. Sesudah Kabose Se-Pamona dan lapisan masyarakat berkumpul pada satu tempat yang dipastikan, maka Ketua atau panitia adat menyuruh semua tua2 adat akan menarik seekor kerbau jantan besar. Selengkapnya tentangTata Cara Penobatan Karadja Lamoesa[…]