Kategori: Sejarah

Bas Danti Lambei

BAS DANTI LAMBEI. Bagi warga Kampung Lage (sekarang Kalurahan Lombugia), siapa yang tidak kenal Bas Danti ?. Paling tidak beliau ini diingat karena dua (2) hal ; Pertama karena trampil dan lihai dalam membangun rumah . Kedua, karena suka dan kuat minum alkohol sampai mabuk berat. Entah sudah berapa puluh gedung gereja, kantor, rumah yang dibangun Bas Danti di Tana […]

nDoi Bungu

Sore itu nDoi Bungu, sedang berdoa pada Pue Mpalaburu, sudah beberapa hari ini perasaannya tidak tenang, mimpi itu terus membayangi, seolah olah memanggilnya untuk selalu pulang ke suatu tempat yang sering dia kunjungi tetapi dia tidak tau tempat itu. Kegelisahan ini agaknya beralasan karena sudah 7 hari ini, pasukan Onda’e dan pasukan napu telah berhadap hadapan, kurang lebih 3000 pasukan […]

TOROMPIO

Seperti halnya fenomena terciptanya tari tarian yang diinspirasi dari penindasan yang dilakukan pemerintahan Kolonial Belanda pada masyarakat Indonesia maka masyarakat Pamona pun tidak kalah kreatifnya. Bedanya masyarakat Pamona mengalaminya pada masa penjajahan Jepang pada saat pembukaan jalan Takolekaju yang banyak memakan korban Jiwa. Kalau daerah lain di Indonesia menciptakan tarian perang untuk melawan penindasan tersebut seperti Tari Kuda Kepang yang […]

Oli Mporongo

Oli mporongo. Dalam tradisi orang Poso, perkawinan dianggap sah setelah menyerahkan mas kawin atau oli mporongo. Oli mporongo terbagi atas 2 bagian: 1. Sampapitu; dan 2. Puu oli dan wawo oli. Sampapitu adalah tujuh benda yang dapat dihitung menurut satuan barang sekaligus memiliki nilai magis. Ketujuh benda dapat dibedahkan tetapi tidak dapat dipisahkan. Puu oli dan wawo oli memilik empat tingkatan: […]

Cara Menyatakan Cinta 100 Tahun Lalu di Pamona/Poso

Cara Menyatakan Cinta 100 Tahun Lalu di Pamona/Poso: CUKUP DENGAN BEKO DAN KULIT JAGUNG Bagaimanakah lazimnya orang-orang dahulu kala menyatakan cintanya pada seorang perempuan muda (gadis)? Pada jaman dulu biasanya dilakukan seorang pria ketika menghadiri suatu pesta untuk dimulainya penanaman padi pada sebuah perladangan padi yang di sebut pesta “Molanggo” atau dapat juga diartikan pesta makan nasi baru dari hasil […]

Usulan Tabatoki Sebagai Pahlawan Nasional dari Sulawesi Tengah

Selamat hari Pahlawan!!!! Sebagaimana tahun tahun sebelumnya 10 November selalu diperingati sebagai Hari Pahlawan. Tanggal 10 November diperingati untuk mengingat “keberanian” arek arek suroboyo dalam melawan pasukan sekutu di Surabaya. Untuk mengingat jasa para Pahlawan, Pemerintah Republik Indonesia kemudian memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada warga negara yang terbukti dengan gagah berani melakukan perlawanan kepada Belanda. Sebut saja antara lain misalnya Tjuk […]

April – Mei 1892: Perjalanan awal Kruyt ke Tomasa dan Mapane

Tiba di Posso tahun 1892, Albertus C. Kruyt tidak berpangku tangan. Tetapi langsung melakukan penjajakan ke pedalaman. Demikianlah pada tanggal 26 april 1892 Kruyt melakukan perjalanan menuju Tomasa. Perjalanan tidak dilakukan melalui darat karena sarana transportasi saat itu adalah melalui sungai. Untuk melakukan perjalanan tersebut kruyt harus membayar 2 Gulden bagi 4 orang alfuru tukang perahu dan seorang Burahima (nama orang […]

Lobo Rumah Panggung Khas Poso

Lobo adalah rumah panggung khas Poso yang memanjang ke belakang dengan ukuran 10 x 12 meter. Rumah ini ditopang oleh tiang-tiang besar yang kokoh, dan tingginya 2 meter dari permukaan tanah. Pada bagian deoan sisi kiri dan kanan terdapat tangga sebagai jalan masuk ke rumah, dan kedua tangga tersebut diberi atap. Pada bagian dalam Lobo, pada sepanjang dinding yang tingginya 2 meter […]

Misteri Patung Naga Pamona di Lamusa

Dalam buku De Bare’e Sprekende Toradja (Orang Toraja yang berbahasa Bare’e) terdapat sepenggal informasi yang perlu ditelusuri oleh kita semua. Informasi itu menyebutkan bahwa jauh sebelum To Lamusa berpindah tempat untuk bermukim di Korobono saat ini terdapat desa asal mereka yang bernama Tando Ngkasa (saat ini dikenal sebagai nama angin yang ditakuti di danau poso—angin tando ngkasa). Menurut kesaksian Albertus […]

Dongalemba

Buaya dalam kehidupan masyarakat Pamona 120 tahun yang lalu sangat penting. Masyarakat hidupa bersama buaya di seputaran danau poso. Kruyt dalam tulisannya “De Krokodil In Het Leven Van de Posoers”, memberikan kesaksian akan hal itu. Pernah suatu waktu kruyt ketika memasuki sungai kodina bertemu dengan seekor buaya yang sangat besar. Sontak seluruh isi perahu menjadi sangat terkejut, tetapi sang kaptain […]

Call Now Button