REKAM JEJAK GAJAH MADA DI TAMPO LORE

Satu jejak peradaban penting di Tampo Lore adalah Ceritra tentang keberadaan tempat peristrahatan atau yang dalam konsep kebudayaan Jawa disebut Petilasan Gajah Mada. Lokasi tersebut berada di atas puncak satu bukit, sekitar tiga jam perjalanan kaki dari Desa Katu. Pada tahun 1989, Departeman Pendidikan Dan Kebudayaan Kecamatan Lore Utara, Kabupaten Poso, didukung oleh Kapolsek Lore Selengkapnya tentangREKAM JEJAK GAJAH MADA DI TAMPO LORE[…]

MISI PEKABARAN INJIL DI TANAH POSSO

Pada awal sebelum kedatangan Belanda di Tanah Posso, diperkirakan Posso memiliki populasi sebanyak seratus ribu jiwa. Pada saat itu, Posso dianggap memiliki iklim yang baik dan tanah yg subur, akan tetapi tidak ada satupun pihak swasta atau pemerintah kolonial yang mau melakukan ekspansi ke Tanah Posso. Mungkin dikarenakan kekuatiran mereka terhadap masyarakat Posso yg masih Selengkapnya tentangMISI PEKABARAN INJIL DI TANAH POSSO[…]

MAKNA TAMPO PEKUREHUA SEBAGAI “TANA PENGHARAPAN”

 NAPU secara etimologi adalah sebuah istilah yang memiliki stigma sosial yang diberikan oran pantai (Tobora) kepada orang yg hidup di pegunungan yakni berasal dari kata Naupuramo yang artinya Sudah Mati. Istilah ini muncul sebagai akibat kekalahan dalam perang. Dalam ceritra di sebutkan bahwa cara licik yang digunakan utuk membunuh itu adalah dengan memberi racun pada Selengkapnya tentangMAKNA TAMPO PEKUREHUA SEBAGAI “TANA PENGHARAPAN”[…]

BABAK BARU BPD MENUJU KEMANDIRIAN DESA

Dengan ditetapkannya UU Desa No. 6/2014, kedudukan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) mengalami perubahan. Jika sebelumnya BPD merupakan unsur penyelenggara pemerintahan maka sekarang menjadi lembaga desa. Dari fungsi hukum berubah menjadi fungsi politis. Kini, fungsi BPD yaitu menyalurkan aspirasi, merencanakan APBDes, dan mengawasi pemerintahan desa. Sedangkan tugasnya adalah menyelenggarakan musyawarah desa (musdes) dengan peserta terdiri kepala Selengkapnya tentangBABAK BARU BPD MENUJU KEMANDIRIAN DESA[…]

Cinta Yang Mengubahmu!

Paul Tillich adalah Teolog yang hidup hampir seangkatan dengan Karl Barth, kedua-duanya adalah sama-sama berasal dalam golongan Teolog Sistematiker yang sangat cerdas di era modern (ada yang menggolongkan postmodern) ini. Sekalipun ada banyak kesamaan dalam pijakan berpikir mereka (sama-samadipengaruhi filsafat eksistenisalist), tentunya terdapat pula perbedaan yang sangat mencolok dalam pribadi mereka. Karl Barth sendiri adalah Selengkapnya tentangCinta Yang Mengubahmu![…]

Pertempuran di Benteng Wulanderi

Tiga brigade marsose bersiaga, setelah tersiar kabar penyerangan di kampung Ranoitole. 3 Agustus 1907. Pasukan marsose tiba di Bungintimbe. Dengan nafsu yang menggebu – gebu hendak menyerang langsung ke pusat kerajaan Mori. Tapi sisa pasukan kolonial yang masih berdiam di Kolonodale memberi kabar bahwa benteng pertahanan kerajaan berpindah ke Wulanderi. Sesuai strategi, Wulanderi dijadikan benteng Selengkapnya tentangPertempuran di Benteng Wulanderi[…]