Asal mula nama Desa “Salindu” di Kecamatan Pamona Tenggara.

Jumat, April 29th 2016. | Poso, Sejarah

Pada akhir tahun 1940-an, beberapa tokoh2 masyarakat Kampung Pape yang di pimpin Ngkai Pungku (Bpk. P. Tindoilo, papa i ngkai Nyong pai Ngkai mPande bersaudara), mulai mencari2 alternatif daerah/tempat yg layak untuk dijadikan sebagai daerah tempat tinggal yang baru. Hal ini disebabkan karena kampung Pape pada saat itu dirasakan sudah tidak layak lagi menjadi tempat tinggal.

Ada beberapa faktor penyebabnya antara lain :
1. Sumber air jauh, berjarak sekitar 1 KM dari kampung.
2. Banyak warga yang mengalami sakit tiba2 tanpa penyebab yang jelas.
3. Banyak warga yang meninggal secara mendadak, dan dengan rentang waktu yang berdekatan.
4. Jarak ke tempat mencari nafkah/bertani cukup jauh.

Seteleh beberapa lama, maka disepakatilah satu tempat yg dianggap layak untuk dijadikan kampung. Pada saat itu, para tokoh2 masyarakat yg mencari lokasi tempat tinggal yang baru tersebut, hanya membawa perlengkapan seadanya seperti buntalan (pombungu) berisi pakaian dan bekal makanan, serta bantal (yundu) dan tikar yg dijadikan sebagai alas tidur. Pombungu dan tikar tersebut dipikul dengan sebatang kayu (nda lembara), sedangkan bantal dibungkus dengan sarung dan di sandang (nda salili).

Setelah menyepakati lokasi tersebut untuk dijadikan kampung yang baru, maka berkatalah Ngkai Pungku kepada pengikutnya : “I re’imo tampa peosata da mangantale ali, me’ontomo masalili yundu.”

Nah, berdasarkan perkataan Ngkai Pungku itulah, orang2 menyebut tempat itu Salili Yundu, namun karena penyebutannya terlalu panjang, lambat laun warga menyebutnya Salindu.
Maka pada tahun 1951, terjadilah perpindahan penduduk dari kampung Pape ke lembah Salindu, yang menjadi tanah kelahiran kita sekalian.

(Di sadur dari “Karya Tulis Sejarah Desa Salindu”, oleh Steven Tindoilo, SMU Kristen Poso, 2002. Semoga bisa menambah pengetahuan para generasi penerus Salindu)

Kata Kunci :

asal mula nama desa poso (1),
tags: , , , , ,

Berita Terkait